nasional

Penunjukan Adies Kadir dan Ujian Independensi Mahkamah Konstitusi

Minggu, 8 Februari 2026 | 17:23 WIB
Direktur Lembaga Survei Index Politica, Junaidi, menilai perpindahan langsung anggota DPR ke kursi hakim konstitusi

Baca Juga: Polres Tangsel Bongkar Peredaran Obat Keras dan Sabu, Ribuan Jiwa Terselamatkan

Dalam konteks tersebut, persepsi netralitas sama pentingnya dengan independensi faktual.

Junaidi mengingatkan bahwa dinamika penunjukan hakim MK hari ini dapat berdampak langsung pada legitimasi putusan MK di masa depan, termasuk ketika lembaga tersebut berhadapan dengan sengketa politik besar seperti Pemilihan Presiden 2029. 

“Sekali kepercayaan publik runtuh, memulihkannya akan jauh lebih sulit,” katanya.

Ajakan Menjaga Batas Politik dan Yudikatif

Index Politica juga mengajak aktivis mahasiswa, aktivis partai, organisasi kemasyarakatan, dan LSM untuk terus mengawal isu ini secara kritis. 

Baca Juga: Pasar Serpong Ramai Jelang Imlek dan Ramadhan, Harga Relatif Stabil

Menurut Junaidi, suara publik diperlukan untuk menegaskan batas peran politik dalam lembaga yudikatif, sekaligus menjaga ruang independen bagi hakim konstitusi.

“Mahkamah Konstitusi tidak boleh menjadi perpanjangan dari kepentingan politik mana pun. Ia harus berdiri sebagai institusi yang imparsial, profesional, dan dipercaya publik,” tegasnya.

Ujian Demokrasi Konstitusional

Penunjukan Adies Kadir pada akhirnya menjadi ujian serius bagi demokrasi konstitusional Indonesia. Bukan hanya soal legalitas prosedural, tetapi juga soal etika politik, transparansi, dan komitmen menjaga marwah lembaga negara.

Baca Juga: Viral Guru di Lampung Barat Bagikan Perjuangan ke Sekolah, Lewati Jalan Tanah yang Licin: Sampai Asam Lambung Naik

Di tengah meningkatnya skeptisisme publik terhadap institusi politik, keputusan-keputusan strategis seperti ini akan selalu berada di bawah sorotan. 

Ke depan, konsistensi dalam menjaga independensi Mahkamah Konstitusi akan menentukan apakah lembaga tersebut tetap menjadi benteng terakhir konstitusi—atau justru tergerus oleh kepentingan jangka pendek kekuasaan.

(***)

Halaman:

Tags

Terkini