Penunjukan Adies Kadir dan Ujian Independensi Mahkamah Konstitusi

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 8 Februari 2026 | 17:23 WIB
Direktur Lembaga Survei Index Politica, Junaidi, menilai perpindahan langsung anggota DPR ke kursi hakim konstitusi
Direktur Lembaga Survei Index Politica, Junaidi, menilai perpindahan langsung anggota DPR ke kursi hakim konstitusi

Jakarta — Penunjukan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) kembali membuka ruang diskusi publik mengenai batas tipis antara kepentingan politik dan independensi lembaga yudikatif

Di tengah dinamika politik nasional dan agenda elektoral jangka panjang, keputusan DPR ini dinilai memiliki potensi konflik kepentingan yang patut dicermati secara serius.

Baca Juga: Praktisi Pers: Tidak ada alasan menunda Revisi UU Pers No. 40 Tahun 1999 Demi Kemajuan Bangsa Dan Kesejahteraan Wartawan

Kritik muncul bukan semata pada sosok yang ditunjuk, melainkan pada mekanisme dan timing pencalonan yang dinilai relatif cepat dan minim pendalaman substansi.

Sejumlah pengamat menilai proses tersebut berisiko menimbulkan persepsi publik bahwa keputusan politik di parlemen dapat beririsan dengan kepentingan elektoral partai, strategi kekuasaan legislatif, hingga wacana penguatan peran DPRD dalam pemilihan kepala daerah.

Sorotan Index Politica: Netralitas Hakim Konstitusi Dipertanyakan

Direktur Lembaga Survei Index Politica, Junaidi, menilai perpindahan langsung anggota DPR ke kursi hakim konstitusi melalui jalur politik legislatif berpotensi memunculkan tanda tanya besar terkait independensi Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga: Tiga Perusahaan Baja di Tangerang Diduga Gelapkan Pajak, Potensi Kerugian Negara Rp583 Miliar

Menurutnya, proses uji kelayakan dan kepatutan yang berlangsung relatif singkat menimbulkan kekhawatiran bahwa aspek rekam jejak politik belum diuji secara komprehensif dalam konteks etika yudisial.

“MK adalah penjaga terakhir konstitusi. Setiap proses pengisian jabatan harus memastikan tidak ada bayang-bayang kepentingan politik yang terbawa,” ujar Junaidi.

Index Politica, lanjutnya, dalam waktu dekat akan merilis hasil survei nasional terkait tingkat kepercayaan publik terhadap hakim MK yang berasal dari partai politik, termasuk persepsi masyarakat terhadap tingginya potensi konflik kepentingan di lembaga tersebut.

Baca Juga: Gelapkan Inventaris Kantor, Karyawan Apparel di Tangerang Divonis 2 Tahun Penjara

Dampak Jangka Panjang terhadap Kepercayaan Publik

Kekhawatiran ini tidak berdiri di ruang hampa. Mahkamah Konstitusi memiliki peran strategis dalam memutus sengketa hasil pemilu, pengujian undang-undang, hingga konflik kewenangan antar lembaga negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X