Baca Juga: BMM Salurkan Bantuan untuk Penyintas Bencana di Sumatera
Ia menutup pesannya dengan kalimat yang sarat makna sejarah dan kebanggaan.
"Aceh adalah rahim para pejuang, bangsa yang paling sulit ditaklukkan. Bangun Mualem, kalau pemimpin menangis kami masyarakat lemah Mualem," pungkasnya.
Momen ini menjadi cerminan bahwa dalam situasi bencana, dukungan dan ketegaran hati bisa datang dari arah mana saja, membuktikan bahwa jiwa pejuang masyarakat Aceh tetap membara. (***)