Baca Juga: Kronologi Warga Cisarua yang Terseret Arus Banjir di Puncak Bogor
Sebanyak 167 perusahaan telah berkomitmen untuk berinvestasi dalam mendatangkan dan memelihara sapi indukan.
“Investasi ini tidak menggunakan APBN. Sapi-sapinya milik mereka, mereka yang memelihara, dan mereka bermitra dengan peternak lokal,” tambah Sudaryono.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi susu dalam negeri secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Meski susu belum masuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena keterbatasan produksi, pemerintah memastikan bahwa sumber protein dalam program ini tetap berasal dari produk lokal, seperti telur dan daging ayam.
Baca Juga: Begini Kondisi Bendungan Katulampa di Puncak Bogor Usai Diguyur Hujan Intensitas Tinggi
“Kita tidak ingin memberikan susu impor kepada anak-anak kita. Kita ingin substitusi dulu dengan sumber protein lain yang tersedia di dalam negeri,” jelas Sudaryono.
Dengan kebijakan ini, pemerintah menargetkan ketahanan pangan berbasis produk lokal yang lebih kuat, sekaligus mendukung kesejahteraan petani dan peternak di Indonesia.
(***)