Menurutnya, pemerintah yang dipimpinnya nanti akan berkomitmen untuk memastikan bahwa subsidi dan bantuan sampai kepada rakyat yang benar-benar membutuhkan.
Salah satu poin penting dalam pidato Prabowo adalah komitmennya terhadap swasembada pangan dan energi.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh tergantung pada impor pangan dan energi dari negara lain, terutama dalam kondisi krisis global.
"Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, kita harus mencapai ketahanan pangan. Kita juga harus swasembada energi," ujarnya.
Prabowo yakin bahwa dalam 4 hingga 5 tahun ke depan, Indonesia akan mampu mencapai swasembada pangan, bahkan siap menjadi lumbung pangan dunia.
Ia juga menyebutkan potensi besar dari berbagai sumber daya alam Indonesia, termasuk sawit, singkong, tebu, dan energi geotermal, yang dapat dioptimalkan untuk mencapai kemandirian energi.
Selain fokus pada ketahanan pangan dan energi, Prabowo juga menegaskan pentingnya upaya pemberantasan korupsi.
Dia menyampaikan bahwa korupsi masih menjadi masalah yang harus diatasi dengan perbaikan sistem dan penegakan hukum yang tegas.
Baca Juga: Diikuti 337 Peserta: Perkemahan Penggalang Ma'arif NU Tangsel Dibuka Resmi
Prabowo mengajak semua pejabat negara untuk memberi teladan kepemimpinan yang bersih, dengan mengutip pepatah Jawa "Ingarso Sing Tulodo", yang berarti pemimpin harus memberi contoh.
Menutup pidatonya, Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dan menghadapi tantangan bersama.
"Bangsa yang berani adalah bangsa yang bisa membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin," ucapnya penuh optimisme.
Pidato perdana Prabowo ini mencerminkan visi besar pemerintahannya untuk lima tahun ke depan, yang menitikberatkan pada kesejahteraan rakyat, swasembada pangan dan energi, serta pemberantasan korupsi.