Jakarta, bidiktangsel.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp100 triliun untuk menjangkau seluruh penerima manfaat.
Pernyataan ini disampaikan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Presiden, Jakarta, pada Jumat (17/1/2025).
Baca Juga: Grand Opening Kantor Notaris dan PPAT ANAH, S.H., M.Kn.: Wujud Semangat Baru Pelayanan Hukum
Dalam rapat tersebut, Dadan menjelaskan bahwa program ini direncanakan untuk melayani secara bertahap.
“Insyaallah nanti selama bulan Januari sampai April akan bertambah menjadi melayani 3 juta penerima. Dari April sampai Agustus, jumlahnya meningkat menjadi 6 juta. Namun, Bapak Presiden gelisah karena masih banyak anak yang belum mendapatkan manfaat,” ujar Dadan.
Ia menambahkan, kegelisahan Presiden merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan.
Baca Juga: Percepatan Program Makan Bergizi Gratis: Kementerian Desa Siapkan Dana Rp20 Triliun
“Beliau sangat memikirkan percepatan program ini agar pada akhir 2025 bisa menjangkau 82,9 juta penerima manfaat. Untuk itu, tambahan anggaran menjadi krusial,” tegasnya.
Menurut perhitungan BGN, tambahan Rp100 triliun akan cukup untuk memberikan makanan bergizi kepada 829 juta penerima manfaat hingga akhir 2025.
“Saat ini, anggaran yang sudah pasti sebesar Rp71 triliun. Jika tidak ada penambahan, program ini hanya akan menjangkau 15 hingga 17,5 juta penerima manfaat,” ungkap Dadan.
Presiden Prabowo, lanjutnya, menunjukkan perhatian besar terhadap percepatan realisasi program.
“Beliau sangat ingin seluruh penerima manfaat dapat segera menikmati program ini. Meski begitu, kami meminta masyarakat untuk bersabar,” kata Dadan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya strategis pemerintah untuk mengatasi masalah kekurangan gizi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak.
Artikel Terkait
Mendikdasmen: Fokus pada Pembelajaran di Bulan Ramadhan, Bukan Libur Panjang
Kapolsek Pondok Aren Ungkap Kasus Pencurian dengan Kekerasan di SPBU Shell Bintaro
Agrowisata Cikapek: Destinasi Unggulan Baru Kabupaten Lebak untuk Pemberdayaan dan Peningkatan Ekonomi Lokal
Penanganan TBC di Banten: Inovasi Desa dan Kolaborasi Multisektor untuk Eliminasi TBC 2030
Kawasan Wisata Terintegrasi Jadi Fokus Pemprov Banten untuk Perkuat Ekonomi Daerah