Jakarta, bidiktangsel.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat agenda pemberdayaan masyarakat di Indonesia.
Dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah menteri, termasuk Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Sosial, serta Menteri Ekonomi Kreatif, pemerintah merumuskan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan pelaku usaha kecil dan menengah.
Presiden Prabowo menyoroti pentingnya mengurangi angka kemiskinan ekstrem dengan mendorong graduasi masyarakat miskin menjadi mandiri. Salah satu langkah utama yang diusulkan adalah penyempurnaan data tunggal agar bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran.
Baca Juga: JC Studio Gelar Pagelaran Tari Kolosal: Rampak Barong Siap Hibur Warga Tangsel
Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas usaha kecil, menengah, dan koperasi melalui pelatihan, penyediaan bahan baku, serta kolaborasi antara usaha besar dan UMKM.
Sebagai bagian dari upaya memberdayakan pekerja migran, Presiden Prabowo menginstruksikan pembangunan 100 Balai Latihan Kerja (BLK) baru. Fasilitas ini akan mempersiapkan tenaga kerja dengan keterampilan khusus yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
Selain pelatihan teknis, pekerja migran juga akan mendapatkan akses pinjaman berbunga rendah untuk kebutuhan pelatihan, dokumen, dan tiket keberangkatan.
Baca Juga: Ketua Dewan Pembina DKTS Dorong Kebangkitan Seni Tradisional Rampak Barong
Pemerintah berkomitmen memperluas akses permodalan dengan bunga rendah untuk UMKM, koperasi, dan pekerja migran. Program ini mencakup pengembangan sistem pinjaman berbunga rendah melalui dana bergulir dari Kementerian Koperasi.
Skema serupa akan direplikasi dari keberhasilan program PNM (Permodalan Nasional Madani) yang telah membantu banyak pelaku usaha mikro.
Dalam upaya mendukung pendidikan masyarakat miskin, Presiden juga berencana membangun sekolah khusus bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Sekolah ini akan difokuskan pada model boarding school untuk memastikan kebutuhan gizi dan pendidikan anak-anak terpenuhi.
Program ini akan diujicobakan di tiga wilayah, yakni Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Baca Juga: Inflasi YoY di Banten Tercatat 1,88 Persen, Kelompok Makanan Dominasi Penyumbang Utama
Optimalisasi bantuan sosial juga menjadi prioritas. Melalui aplikasi Cek Bansos, masyarakat dapat mengusulkan atau menyanggah penerima bantuan yang dianggap tidak memenuhi kriteria. Hal ini bertujuan memastikan bahwa tidak ada warga miskin yang terlewat dari bantuan pemerintah.
Artikel Terkait
Pemkab Tangerang Lantik 60 ASN Jabatan Fungsional, Fokus pada Profesionalisme dan Akuntabilitas
Capaian Pajak Kota Tangerang 2024 Melampaui Target, Optimisme Tinggi untuk 2025
Meriahnya Malam Tahun Baru 2025 di Kota Tangerang: Pj Wali Kota Dr. Nurdin Hadiri Istigasah dan Bahas Rencana Strategis
Sri Mulyani: Pertama Kali Presiden Prabowo Kunjungi Kemenkeu, APBN 2024 Ditutup dengan Capaian Luar Biasa
Muhaimin Iskandar: Pinjaman KUR 2025 Akan Dipermudah untuk Dorong Pemberdayaan Masyarakat