Banjir Bandang Sukabumi: BMKG Tegaskan Pentingnya Kesiapsiagaan Menghadapi Peningkatan Curah Hujan

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 5 Desember 2024 | 15:02 WIB
Banjir bandang sukabumi (1)
Banjir bandang sukabumi (1)

Sukabumi, bidiktangsel.com – Banjir bandang kembali melanda wilayah Sukabumi dan sekitarnya, merendam ratusan rumah warga dan memaksa evakuasi puluhan keluarga.

Hujan deras yang berlangsung sejak beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama bencana ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi curah hujan tinggi akibat fenomena La Nina lemah.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Serukan Penghematan Perjalanan Dinas, Target Hemat Rp15 Triliun

Dalam konferensi pers, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa fenomena ini telah diprediksi sejak Oktober.

"BMKG sudah memprediksi dan memberikan peringatan dini. Mulai November, curah hujan meningkat dan ini disertai dengan La Niña lemah. Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung Januari hingga Februari tahun depan, namun di beberapa wilayah, seperti Sukabumi, puncaknya bisa lebih awal, yaitu Desember," jelasnya.

Dwikorita mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir bandang, longsor, dan angin kencang.

Baca Juga: Tangsel Sejiwa Fest Kembali Hadir, Suguhkan Penampilan Kotak hingga Yura Yunita

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan menghadapi curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang diprediksi berlangsung hingga April 2025.

Kesiapsiagaan dan Monitoring Dinamis
BMKG secara rutin menginformasikan prakiraan cuaca hingga sepekan ke depan.

Dwikorita mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan informasi resmi, termasuk aplikasi cuaca, agar selalu mendapatkan pembaruan terkini.

Baca Juga: Provinsi Banten Masuk Finalis Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Terbaik 2024

"Cuaca sangat dinamis, sehingga monitoring secara rutin menjadi kunci utama dalam kesiapsiagaan bencana," tambahnya.

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi mencatat, banjir bandang telah merendam lebih dari 200 rumah dan merusak fasilitas umum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X