Ganjar: IKN Nusantara Pusat Gravitasi, Pertahanan Indonesia Harus Masuk Wilayah 5.0

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 8 Januari 2024 | 10:09 WIB
Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan dalam debat capres. (Tangkapan layar YouTube/ Najwa Shihab)
Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan dalam debat capres. (Tangkapan layar YouTube/ Najwa Shihab)

Jakarta, bidiktangsel.com - Calon presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, membuka debat ketiga Pilpres yang digelar pada Minggu (7/1) di Istora Senayan.

Tema debat kali ini adalah Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik, dan Politik Luar Negeri.

Dalam visi misinya, Ganjar menyinggung kebijakan di sektor pertahanan dengan menjadikan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebagai pusat gravitasi baru.

Hal tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap tarung global antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Baca Juga: Anies Baswedan Sindir Kemenhan Dibobol Hacker, Sebut Anggaran Rp700 Triliun Tak Tepat Sasaran

"IKN Nusantara harus menjadi pusat gravitasi baru. Kita harus bersiap menghadapi tarung global antara AS dan Tiongkok," ujar Ganjar saat debat capres, Minggu (7/1).

Ganjar menilai, IKN Nusantara memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertahanan Indonesia.

Hal ini karena IKN Nusantara terletak di tengah-tengah Indonesia dan memiliki potensi sumber daya alam yang besar.

"IKN Nusantara bisa menjadi pusat pertahanan yang kuat dan modern. Kita harus memanfaatkan potensi IKN Nusantara untuk pertahanan Indonesia," kata Ganjar.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ganjar mengusulkan agar pertahanan Indonesia masuk ke wilayah 5.0. Wilayah 5.0 merupakan konsep pertahanan yang memanfaatkan teknologi canggih, seperti rudal hipersonic dan senjata siber.

Baca Juga: Revitalisasi Jembatan Cisadane Rampung, Presiden Jokowi Akan Resmikan

"Kita harus masuk ke wilayah 5.0. Kita harus memanfaatkan teknologi canggih untuk pertahanan Indonesia," kata Ganjar.

Ganjar juga mengusulkan agar anggaran Kementerian Pertahanan ditingkatkan menjadi 1-2 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Hal ini agar Indonesia dapat memiliki pertahanan yang kuat dan modern.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X