Ciputat, bidiktangsel.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Gebyar Jumantik dalam rangkaian ASEAN Dengue Day (ADD) 2026 di Aula Blandongan Lantai 4 Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan mengusung tema “Basmi Dengue dengan 3M Plus dan Nol Kematian Akibat Dengue melalui Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GIRIJ)”.
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemberdayaan masyarakat serta optimalisasi peran kader Jumantik di tingkat lingkungan.
Baca Juga: Wali Kota Tangsel Kenalkan Program Tangsel Berhaji, Warga Bisa Menabung Haji Sejak Dini
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Jumantik Kota Tangerang Selatan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung program pengendalian dengue di wilayahnya.
“Terima kasih kepada seluruh mitra, jajaran pemerintah, tenaga kesehatan, kader Jumantik, organisasi profesi, serta pihak swasta yang terus bersinergi dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian DBD di Kota Tangerang Selatan,” kata Bambang saat menyampaikan laporan kegiatan.
Menurut Bambang, kegiatan Gebyar Jumantik merupakan bagian dari rangkaian ASEAN Dengue Day 2026 yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, peserta kegiatan berjumlah ratusan orang yang terdiri dari perwakilan kementerian, para camat dan lurah se-Kota Tangerang Selatan, 80 kader Jumantik, 28 unsur Pokja Jumantik, 35 petugas program pengendalian DBD, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kota Tangerang Selatan, Forum Kota Sehat, serta berbagai mitra dan sponsor pendukung kegiatan.
“Kehadiran seluruh unsur ini menjadi bukti kuat sinergi dan komitmen bersama dalam pengendalian demam berdarah dengue di Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.
Bambang mengungkapkan, tren kasus DBD di Kota Tangerang Selatan menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data yang dipaparkan, pada 2024 tercatat sebanyak 754 kasus DBD, kemudian menurun menjadi 648 kasus pada 2025. Sementara hingga Juni 2026, jumlah kasus yang tercatat sebanyak 209 kasus.
“Data ini menunjukkan bahwa berbagai program pengendalian yang dilakukan secara konsisten mulai memberikan hasil positif,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu strategi utama yang terus diperkuat adalah pelaksanaan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (GIRIJ) yang terintegrasi dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin di lingkungan masyarakat.