Baca Juga: UMKM Tangsel Raup 85 Persen Target Penjualan, Kadin Apresiasi Semangat Pelaku Usaha
Ia mencontohkan keberadaan toilet khusus bagi anak berkebutuhan khusus yang mulai tersedia di sejumlah sekolah negeri di Tangsel. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
“Saya melihat sekolah-sekolah baru di Tangsel sudah mulai inklusif terhadap anak berkebutuhan khusus, khususnya terkait fasilitas toilet. Ini yang harus terus kita tingkatkan, termasuk fasilitas-fasilitas pendukung lainnya,” katanya.
Selain itu, Pilar meminta Disdikbud Tangsel untuk menyiapkan dua hingga tiga sekolah inklusif yang dapat menjadi model atau percontohan bagi sekolah lainnya. Program tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan pendidikan inklusif di seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan.
“Saya meminta Dinas Pendidikan untuk mempersiapkan sekolah inklusif yang menjadi role model di Tangsel. Sekolah-sekolah ini harus menjadi percontohan dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun,” ujarnya.
Budaya Sekolah Aman Jadi Prioritas
Selain memperkuat layanan pendidikan inklusif, sosialisasi ini juga menekankan pentingnya penerapan budaya sekolah aman melalui implementasi PP Tunas dan penguatan ekosistem pendidikan yang bebas dari perundungan, kekerasan, diskriminasi, serta berbagai bentuk pelanggaran terhadap hak anak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Beni, menegaskan bahwa penguatan pendidikan inklusif dan budaya sekolah aman merupakan bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Melalui kegiatan ini, para kepala sekolah, guru, pengawas, dan komite sekolah diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang ramah, aman, inklusif, serta berorientasi pada perlindungan dan pengembangan potensi setiap peserta didik.
Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan optimistis visi “Mewujudkan Pendidikan dan Budaya Tangsel yang Unggul Menuju Prestasi Dunia” dapat direalisasikan melalui layanan pendidikan yang berkualitas, setara, dan berkeadilan bagi seluruh anak.
(***)