info-tangsel

Pilar Saga Ichsan: Sekolah Inklusif di Tangsel Bukan Lagi Pilihan, tetapi Kebutuhan Mendesak

Selasa, 23 Juni 2026 | 10:32 WIB
Mewujudkan Pendidikan dan Budaya Tangsel yang Unggul Menuju Prestasi Dunia” di Aula Blandongan Lantai 4 Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan

Ciputat, bidiktangsel.com  – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Sosialisasi PP Tunas, Penguatan Layanan Pendidikan Inklusif, dan Budaya Sekolah Aman dengan tema “Mewujudkan Pendidikan dan Budaya Tangsel yang Unggul Menuju Prestasi Dunia” di Aula Blandongan Lantai 4 Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Senin (23/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari kepala sekolah SD dan SMP, pengawas sekolah, komite sekolah, hingga narasumber dari kementerian dan organisasi profesi.

Acara dibuka oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, yang menegaskan pentingnya membangun sistem pendidikan inklusif dan budaya sekolah yang aman bagi seluruh peserta didik.

Baca Juga: Kadin Tangsel dan Kominfo Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pasar, Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital

Dalam sambutannya, Pilar menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang hadir, di antaranya Rita Pranawati, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Rizky Amelia, serta perwakilan Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Banten.

Menurut Pilar, pendidikan merupakan hak seluruh anak tanpa terkecuali, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK).

Oleh karena itu, penyediaan layanan pendidikan yang adil, setara, dan berkualitas harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Pendidikan merupakan hak setiap anak tanpa terkecuali, termasuk bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Karena itu, kehadiran layanan pendidikan yang adil, setara, dan berkualitas bagi seluruh anak menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Pilar. Ia mengungkapkan, secara nasional terdapat sekitar 2,2 juta anak berkebutuhan khusus usia sekolah.

Baca Juga: Kadin Tangsel Gandeng Diskominfo Dorong Pasar Digital dan UMKM Naik Kelas, Marhadi Paparkan Program Smart Market

Sementara di Kota Tangerang Selatan, pada 2025 tercatat sebanyak 1.463 peserta didik berkebutuhan khusus yang membutuhkan layanan pendidikan yang memadai.

Data tersebut, kata Pilar, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan pendidikan inklusif di sekolah reguler terus meningkat. Karena itu, kesiapan sekolah inklusif harus menjadi prioritas pembangunan pendidikan daerah.

“Artinya, kesiapan sekolah inklusif bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan agar setiap anak memperoleh hak pendidikan secara layak dan bermartabat,” tegasnya.

Pemkot Tangsel Siapkan Sekolah Inklusif Percontohan

Pilar menjelaskan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berupaya meningkatkan aksesibilitas sekolah bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah menghadirkan fasilitas ramah disabilitas pada sejumlah gedung sekolah baru.

Halaman:

Tags

Terkini