Menurutnya, seperti yang disampaikan Sekretaris Ranting IPSI Pondok Aren, Kasno dalam laporan pertanggungjawaban pengurus bahwa pada saat itu memang zero atau nilai-nilai yang kita terima layaknya kepengurusan baru.
"Pengurus waktu itu berinisiatif untuk mencari bantuan dana yang tidak melanggar AD/ART, berkat jaringan dan hubungan baik Ranting IPSI Pondok Aren dapat berjalan," tuturnya.
Saat pertama kepengurusan dihadapkan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Kota (FORKOT) Tangsel, tanpa adanya dana tentu akan menjadi penghalang semangat untuk para Atlit.
"Saya apresiasi kepada pengurus yang ada, berinisiatif dengan stakeholder dan pemerintahan, ada harapan IPSI Pondok Aren dapat berjalan lebih baik dibanding kan periode sebelumnya," ucapnya.
Bang Djai berharap kepada semua pengurus dan perguruan bahwa ini ruang kita semua dalam berdiskusi dan berprestasi, gunakan sebaik mungkin kedepannya seperti apa.
"Saya akan support, ada harapan besar saya silat di Tangsel menjadi terdepan karena prestasi para atlitnya, rasa malu saya, ketika silat di Tangsel minim prestasi kala itu karena prestasi kita ketinggalan sementara dalam Asian Games Cabor Silat penyumbang emas terbanyak. Kita ingin Silat Tangsel ini berprestasi di Tingkat Nasional maupun Internasional karena pesilat Tangsel ada diatas rata-rata dibandingkan kabupaten/kota lainnya," diakhir sambutannya. (*/red)