gaya-hidup

Refleksi Isra Mi’raj Lima Belas Abad: Sholat sebagai Penjaga Iman di Zaman Global

Minggu, 18 Januari 2026 | 21:09 WIB
Mukhtar Amiluddin, S.Ag.

Oleh: Mukhtar Amiluddin, S.Ag.

Malam itu Kota Mekkah sunyi menjelang pagi. Dalam keheningan yang nyaris tak berpendar, imajinasi menembus batas ruang dan waktu.

Seorang hamba pilihan, manusia mulia bernama Muhammad SAW, baru saja kembali dari perjalanan agung Isra Mi’raj—menembus lapis demi lapis langit hingga Sidratul Muntaha, singgasana Ilahi.

Peristiwa luar biasa itu mengguncang Mekkah. Ketika Rasulullah SAW menyampaikan pengalaman spiritualnya kepada umat, gempar pun terjadi.

Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni Bantu Tangsel Atasi Sampah Lewat Fasilitas POC dan Biogas

Bukan hanya kaum kafir Quraisy yang sejak awal menolak keras kenabiannya, sebagian umat Islam pun terguncang imannya.

Akal manusia kala itu sulit menerima: mungkinkah perjalanan Mekkah–Syam yang lazimnya memakan waktu berbulan-bulan, ditempuh hanya dalam hitungan malam, bahkan sebelum Subuh Rasulullah sudah kembali berada di sisi Ka’bah?

Pagi hari, bisik-bisik merebak di sudut-sudut Mekkah. Keraguan menyelimuti sebagian orang. Mereka lalu mendatangi Abu Bakar bin Abi Quhafah, sahabat terdekat Rasulullah SAW, menyampaikan apa yang mereka dengar.

Tanpa berpikir panjang, Abu Bakar menjawab tegas, “Jika Rasulullah mengatakan ada berita dari Tuhan, dari langit ke bumi, malam atau siang, aku percaya.”

Baca Juga: Budi Prajogo Salurkan Mesin Pencacah Sampah untuk TPS 3R Tangsel

Abu Bakar pun mendatangi Rasulullah SAW dan menyatakan keimanannya secara terbuka: “Rasulullah, aku percaya.” Sejak itulah Nabi Muhammad SAW memberinya gelar As-Shiddiq, yang membenarkan tanpa ragu.

Sebuah teladan iman yang kokoh, melampaui batas nalar, berpijak pada keyakinan total kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Dari peristiwa Isra Mi’raj pula, umat Islam menerima perintah agung: kewajiban sholat lima waktu. Para ulama menyebut sholat sebagai mi’raj-nya orang-orang mukmin—jalan spiritual harian untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Lima belas abad telah berlalu. Dunia kini berada dalam pusaran globalisasi dan arus informasi yang bergerak dalam hitungan detik.

Halaman:

Tags

Terkini