"Masa depan kita akan hancur, kita harus membela masa depan anak-anak kita. Tapi disini hanya sekolah ini aja yang bisa kita pergunakan, karena dekat dengan fasilitas umum fasos-fasum," ujarnya.
Dilokasi yang sama, Kapolsek Pondok Aren, Komisaris Polisi (Kompol) Dimas Aditya memastikan bahwa, pengukuran terhadap tanah yang di klaim warga sebagai tanah garapan itu, dipastikan tidak ada. Dihadapan puluhan warga, Kompol Dimas menyebutkan bahwa sebelum ada pengukuran, jajaran kepolisian akan dimintai pendapat terkait rencana pengukuran tanah tersebut.
Kompol Dimas juga menyarankan agar ada FGD (forum grup diskusi) antara perwakilan warga dengan semua pihak terkait tanah yang dipersoalkan warga.
"Saran pendapat bapak-bapak, ibu-ibu, kita akan sampaikan dipertemuan berikutnya. Yang pasti, kata kuncinya hari ini tidak ada pengukuran. Itu sudah saya garansi, hari ini dan seterusnya," pungkas Kapolsek. (Red)