nasional

Anugerah Jurnalistik Adinegoro, Dengar Saja Pasti Orang-orang Hebat di Dalamnya

Jumat, 7 Februari 2020 | 17:46 WIB

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia, Mirza Zulhadi berharap kualitas karya jurnalistik akan semakin meningkat dengan adanya penghargaan Adinegoro ini.

"Adinegoro award sejak tahun 1970an, penghargaan ini nilai tersendiri bagi pembangunan pers di Indonesia, kalau pers berkualitas saya kira sudah berjalan. Artinya para pesertanya pun sudah terseleksi, benar-benar karya yang bisa diunggulkan dan dipertanggungjawabkan," ujar Mirza.

"Sekali lagi kepada Pak Rektor, terima kasih atas kerja samanya juga kepada adik-adik jurusan komunikasi, khususnya jurusan jurnalistik, jadi nggak gelap-gelap amat masa depan, masih ada cahaya dikit," kata Mirza mengakhiri disambut tepuk tangan hadirin.

Acara pembukaan dilanjutkan pengalungan selendang khas Banjarmasin, sasirangan oleh Rektor ULM kepada Sekjen PWI Pusat, Ketua Panitia Tetap Anugerah Adinegoro Rita Sri Hastuti, dan Marah Sakti mewakili dewan juri.

Sekjen PWI Pusat dalam kesempatan juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Rektor ULM.

Sementara itu dari enam pemenang, hanya Stephanus Edi Pramono dari Majalah Tempo yang berhalangan hadir. Karyanya berjudul "Hanya Api Semata Api" berhasil meraih Anugerah Adinegoro 2019 untuk kategori media cetak.

Penyerahan penghargaan kepada para pemenang Anugerah Adinegoro ini akan diserahkan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 pada Minggu (9/2). (*)

Halaman:

Tags

Terkini