Selain itu, kata bupati, peran ulama juga sangat besar, untuk mengajak umat berperilaku hidup bersih dan sehat.
"Di Pringsewu ini muncul istilah Jihad Sanitasi dan Shalawat STBM," ujarnya.
Menanggapi pertanyaan sejumlah wartawan, diantaranya Ruth dari LKBN Antara, yang menanyakan banyaknya penghargaan yang diterima oleh Pemkab Pringsewu.
Menurut Bupati Pringsewu, mendapatkan penghargaan bukanlah tujuan, tetapi merupakan bagian dari kerjasama lintas sektoral antara pemerintah dengan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati mengatakan kegiatan fieldtrip ini selain dengan mengunjungi Kabupaten Pringsewu, juga mengunjungi Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Way Kanan, untuk melihat potret kondisi sanitasi di daerah-daerah tersebut, dan mendorong para jurnalis untuk mengangkat isu sanitasi sekaligus mengkampanyekan masalah sanitasi kepada publik, adalah untuk menyebarluaskan pembelajaran strategi pencapaian universal akses sanitasi yang dilakukan pemerintah setempat dalam mencapai ODF.
"Salah satu tujuannya, diharapkan pihak-pihak terkait baik di kabupaten sampai provinsi termotivasi untuk menuju ODF melalui pendekatan 5 pilar STBM," harapnya.
Lebih lanjut dikatakan Febri, dari 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, baru 2 kabupaten yang telah mendeklarasikan sebagai Kabupaten ODF atau terbebas dari buang air besar sembarangan, yakni Pringsewu (2017) dan Way Kanan (2019). (azs)