Baca Juga: Dasco Jadi Tokoh Kunci di Balik Rencana Pertemuan Prabowo dan Megawati, Upaya Satukan Visi Bangsa
Ia pun menyinggung faktor eksternal, terutama kebijakan perdagangan yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai pemicu naiknya ketidakpastian global.
"Kebijakan tarif impor dari Presiden Trump turut memicu risiko resesi global. Namun, probabilitas resesi Indonesia masih rendah, hanya sekitar lima persen," ungkapnya.
Pernyataan ini memberikan sinyal optimisme kepada pelaku pasar bahwa meskipun tekanan eksternal cukup kuat, ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang cukup baik.
Baca Juga: Mengapa Presiden Prabowo Hanya Mengandalkan 7 Media Mainstream untuk Menyampaikan Nasib Bangsa?
Para investor diharapkan tetap tenang dan mencermati peluang yang muncul di tengah volatilitas pasar.
Kesimpulan Meski IHSG sempat anjlok tajam, pemerintah meyakinkan bahwa pasar saham nasional mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Dukungan fundamental ekonomi yang kuat diharapkan mampu menjadi penopang kestabilan ke depan di tengah ketidakpastian global. (***)