Baca Juga: Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun Siap Lawan Informasi Menyesatkan di Sidang Dewan Pers
Outstanding pinjaman fintech di DKI Jakarta tumbuh 11,50%, dengan tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman (TWP 90) sebesar 2,96%. Di Banten, pertumbuhan lebih tinggi, mencapai 17,20%.
Sementara itu, layanan Buy Now Pay Later (BNPL) mencatat lonjakan jumlah debitur di Jakarta (31,46%) dan Banten (46,93%).
Meski bertumbuh, risiko kredit juga meningkat, dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) di Jakarta mencapai 2,60% dan di Banten 2,35%.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik, Sanksi Menanti Pelanggar
Sepanjang awal 2025, OJK Jabodebek menerima 1.316 pengaduan, dengan 64,97% di antaranya terkait fintech peer-to-peer lending, terutama perihal perilaku penagih utang.
Untuk mengatasi ini, OJK meningkatkan edukasi keuangan dengan 76 kegiatan literasi sejak 2024, termasuk Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2025 di Jakarta dan Banten.
OJK terus mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap pinjaman online ilegal dan investasi bodong. Masyarakat dapat mengecek legalitas entitas keuangan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) atau menghubungi layanan OJK di 157.
Baca Juga: Simak! Ini Jam Kerja ASN Pemprov Banten Selama Libur Nyepi dan Idul Fitri 2025
Dengan berbagai langkah penguatan sektor keuangan dan literasi masyarakat, OJK optimistis stabilitas industri jasa keuangan di DKI Jakarta dan Banten akan tetap terjaga sepanjang 2025. (***)